|
Jujur nih, menurut saya buku ke tujuh ini agak-agak kurang 'gimana' gitu. Mungkin, karena menjelang hari releasenya, 21 Juli 2007 kemaren, udah ngebaca bocorannya, terus berharapnya kelewat tinggi deh [yah, disamping juga enam buku sebelumnya sangat amazing,], jadinya pas selesai ngebaca yang nomer tujuh ini ngerasa 'yah, kok cuma segitu doang, si?'. Gini, kalo HP 6 dapat empat bintang, kalo HP 7 ini paling 3 atau 3,5 bintang aja. Bukan berarti Harry Potter 7 ini nggak rame. Jelas gila lah yang bilang HP7 ini jelek. Di bagian awal, buku ini rame kok. Chapter awal, The Dark Lord Ascending, adalah bab Harry Potter favorit saya, soalnya di Nah, pas mendekati endingnya, ehm, sekitar bagian Harry, Ron, dan Hermione nya ke Hogwats buat nyari horcrux, di situ ceritanya mulai agak-agak 'gimanaaa' gitu. Banyak hal-hal yang membuat saya berpikir 'ih, kok gini?'. Bukan masalah siapa yang mati dan bertahan hidup, tapi masalah korelasi antar bagian-bagian cerita di Harry Potter ini. Misalnya, pedang Gryffindor. Pedang itu dipakai Harry cs buat mengambil horcrux Piala Hufflepuff, terus ketinggalan di tempat di mana mereka mengambil horcrux itu. Nah, anehnya, di semi-ending [kayak ada gituh semi-ending] cerita, ada cerita Neville ngambil pedang Gryffindor dari Topi Seleksi. How comes?? Selama ini, saya berangapan JK Rowling ini pengarang hebat bukan sekedar karena imajinasinya aja, tapi karena kedetailannya membuat cerita. JK Rowling benar-benar bisa membuat sebuah dunia dalam kepalanya, nyaris tanpa cela. Hal-hal kecil di buku pertama aja bisa jadi hal yang 'wah' di buku selanjutnya. Misalnya, payung pink Hagrid. Sekilas, nggak penting. Tapi di nomer dua? Kalo udah baca pasti taulah. Terus di buku nomer tiga, bagian endingnya. Harry cerita sama Dumbledore tentang ramalan Trelawney yang jadi kenyataan [ramalan 'abdi Pangeran Kegelapan yang kembali menemui Tuannya']. Terus, Dumbledore bilang kalau dia harus menaikkan gaji Trelawney karena sudah membuat dua ramalan yang benar. Kalimat Dumbledore itu kalo dihubungkan dengan buku 5 bener banget Nah, kedetailan JK Rowling yang sangat saya kagumi itu nggak kelihatan di ending buku ke tujuh. Entahlah, mungkin bisa aja karena saya baca bahasa Inggris jadi ada hal-hal yang missing [tapi kayaknya enggak, deh]. Itulah yang membuat buku 7 ini agak mengecewakan. Bagian ending cerita terlihat seperti bukan JK Rowling yang mengarangnya, terlihat seperti ingin cepat-cepat diselesaikan, dan menurut teman saya [saya juga setuju] terlihat seperti ingin mengikuti apa yang diingikan fans. Jalan ceritanya juga, menurut saya, mudah ketebak. Banyak hal-hal yang bisa menjadi kejutan di buku itu sudah saya perkirakan sebelumnya. Nggak perlu lah saya kasih contohnya, nanti semakin banyak jalan cerita HP7 yang saya bocorkan di sini. Karena untuk penggemar Harry Potter, jelas itu sesuatu yang mengganggu. :] |
| Leave a Comment: |