Entry: ANJING! Aug 24, 2007




ANJING!


Hey, I don’t meant to swearing, darling! Itu cuma judul doank. Itu cuma nama binatang doang. Tapi, kenapa ya, tiap ada orang yg bilang ‘anjing’ sering diartikan menyumpah?
Examples

1.

A: Eh, sorry to say, nih, tapi kemaren gue ngeliat cewek lo jalan ma si C,
B: Hah? Beneran?
A: Iya..
B: Anjing tuh si C!

2.

D: Ups, sori! Aku nggak sengaja!
E: [menatap sadis] Anjing!

3.

F: Eh, bangsat! Ngapain lo bawa-bawa makanan gue?
G: Yang bawa makanan lo, siapa, Anjing?


Ternyata, nggak cuma menyumpah aja kata ‘anjing’ ini. ‘anjing’ juga bisa dipakai untuk menyapa, ekspresi spontan, uhm… dan lain-lain.

Pertanyaan pertama. Kenapa ‘anjing’? iya, kenapa? Coba kalo ada preman nyumpah dengan kata ‘semut’, kurang garang banget kan? Padahal anjing dan semut sama-sama binatang. Atau kucing. Kuda. Tapir. Buaya. Sekalian aja sebut satu kebun binatang…

Menacari asal muasal pencetus umpatan ‘anjing’ ini susah. Entah siapa yang pertama kali menggunakan binatang ini sebagai ekspresi kalau sedang kesal. Menurut perkiraan saya sih, mungkin penduduk Jawa. Bukan mau rasis, bukan! Sumpah, I love Java. Tapi, kita kan tahu dengan kata ‘asu’. Dulu saya waktu sekolah di Jawa kadang-kadang mendengar kata ini diucapkan oleh anak laki-laki kalau sedang berantem. Nah, mengingat asu=anjing, jadi kan bisa aja seseorang mentranslete-nya sehingga terbentuk kata ‘anjing’.

Kita semua tahu kalau menyumpah [kampret, bangsat, brengsek, bodoh, etc] itu tidak baik untuk tabungan pahala kita. Jadi, kalau kita menggunakan kata ‘anjing’, apakah itu tidak akan menambah dosa? Mengingat kata tersebut tidak termasuk jajaran kata-kata sumpahan? [it’s just the name of an animal]. Tapi biarpun kayak gitu, tetep aja kan kalo orang bilang ‘anjing’ itu artinya nyumpah. Tapi [lagi], saya pernah membaca sebuah cerita di mana ada seseorang yang suka mengucapkan kata-kata kotor kalau sedang kesal. Karena tahu itu tidak baik, dia mengganti kata-kata kotor itu dengan nama binatang. Seperti yang dikatakan tadi, anjing juga nama binatang. Apakah itu berarti fenomena “ANJING!” ini bisa dikatakan sebagai peralihan dari kata kotor ke nama binatang? Sampai saat ini saya juga tidak menemukan jawabannya. :p

Kebanyakan yang menyebut ‘anjing’ ketika sedang kesal ini memang cowok. Paling nggak, itu yang ada di lingkungan saya. Entah kenapa, cewek dirasa kurang pantas mengumpat dengan kata ‘anjing’. Saya sendiri memang jarang menggunakan kata ‘anjing’. Seringnya sih langsung aja sinting, fuck!, shit, tai. Hehee… Tapi pernah nih, saya denger ada cewek yang mengmpat dengan kata ‘anjing’. Terus ada cowok denger dan bilang;“Kasar banget… Cewek nggak boleh bilang ‘anjing’.”. Tapi nyatanya, dia manggil temennya aja ‘asu’. Huuuhh… dasar cowok.

Mungkin buat sebagian orang apa yang di atas ini nggak penting banget, ya? But, well, saya cuma terinspirasi dari apa yang di sekitar saya saja. Bila di mana saat kita mengucapkan sebuah nama binatang bisa menambah dosa.

Selain ‘anjing’, nama binatang yang sering jadi kata umpatan juga ‘buaya’. Biasanya kaum wanita yang disakiti lelaki sering mengucapkan kata ini. Bahkan RATU pun membuat lagu dengan judul Lelaki Buaya Darat. Btw, baru ingat. Kucing juga punya lagu. Pernah denger, nggak lagunya Juwita [anak Anissa Bahar]? Yang judulnya Kucing Garong?
kelakuan si kucing garong…
gat w lagi lanjutannya.

PS: Baru sadar kalo ‘anjing’ nggak punya lagu. At least, belum pernah denger. Ada yg tertarik?

PS2: Kasih komen, yah!

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments