
|
Hollywood oh, hollywood... Oct 9, 2007
Who's never heard 'HOLLYWOOD'? Seleb, seleb, seleb... People hate them people love them. Mau nggak mau kita harus ngaku kalo mereka2 itu emang trendsetter sejati. Dari fashion? Nggak usah ditanya... Skinny jeans? Sienna Miller... Bob asimetris? Victoria Beckham atw Rihana... Dan sekarang ada wide leg pants, yang mungkin bentar lagi bakal gantiin kedudukan skinny jeans. [Udah liat kan video klipnya Fergie, Big Girls Dont Cry?] Ya begitulah, namanya juga seleb. Apa yang dia pakai, dengan perjalanan dan proses yang panjang, bisa nantinya kita pakai juga. Bukan cuma fashion yang jadi tren di sono. Masuk penjara juga bisa. Ingat Paris Hilton goes into jail terus Lindsay Lohan dan Nicole Richie juga diberitain masuk penjara juga. Hehee... Kurang kerjaan bgt ya? Dan sekarang, kayaknya ada lagi trend baru dari seleb2 sana. PREGNANT! Yess, hamil. Awalnya Christina Aguilera, lalu Nicole Richie [tw kan udah...] trus J-Lo. Check these!
tech Harry Potter and The Deathly Hallows
Jujur nih, menurut saya buku ke tujuh ini agak-agak kurang 'gimana' gitu. Mungkin, karena menjelang hari releasenya, 21 Juli 2007 kemaren, udah ngebaca bocorannya, terus berharapnya kelewat tinggi deh [yah, disamping juga enam buku sebelumnya sangat amazing,], jadinya pas selesai ngebaca yang nomer tujuh ini ngerasa 'yah, kok cuma segitu doang, si?'. Gini, kalo HP 6 dapat empat bintang, kalo HP 7 ini paling 3 atau 3,5 bintang aja. Bukan berarti Harry Potter 7 ini nggak rame. Jelas gila lah yang bilang HP7 ini jelek. Di bagian awal, buku ini rame kok. Chapter awal, The Dark Lord Ascending, adalah bab Harry Potter favorit saya, soalnya di Nah, pas mendekati endingnya, ehm, sekitar bagian Harry, Ron, dan Hermione nya ke Hogwats buat nyari horcrux, di situ ceritanya mulai agak-agak 'gimanaaa' gitu. Banyak hal-hal yang membuat saya berpikir 'ih, kok gini?'. Bukan masalah siapa yang mati dan bertahan hidup, tapi masalah korelasi antar bagian-bagian cerita di Harry Potter ini. Misalnya, pedang Gryffindor. Pedang itu dipakai Harry cs buat mengambil horcrux Piala Hufflepuff, terus ketinggalan di tempat di mana mereka mengambil horcrux itu. Nah, anehnya, di semi-ending [kayak ada gituh semi-ending] cerita, ada cerita Neville ngambil pedang Gryffindor dari Topi Seleksi. How comes?? Selama ini, saya berangapan JK Rowling ini pengarang hebat bukan sekedar karena imajinasinya aja, tapi karena kedetailannya membuat cerita. JK Rowling benar-benar bisa membuat sebuah dunia dalam kepalanya, nyaris tanpa cela. Hal-hal kecil di buku pertama aja bisa jadi hal yang 'wah' di buku selanjutnya. Misalnya, payung pink Hagrid. Sekilas, nggak penting. Tapi di nomer dua? Kalo udah baca pasti taulah. Terus di buku nomer tiga, bagian endingnya. Harry cerita sama Dumbledore tentang ramalan Trelawney yang jadi kenyataan [ramalan 'abdi Pangeran Kegelapan yang kembali menemui Tuannya']. Terus, Dumbledore bilang kalau dia harus menaikkan gaji Trelawney karena sudah membuat dua ramalan yang benar. Kalimat Dumbledore itu kalo dihubungkan dengan buku 5 bener banget Nah, kedetailan JK Rowling yang sangat saya kagumi itu nggak kelihatan di ending buku ke tujuh. Entahlah, mungkin bisa aja karena saya baca bahasa Inggris jadi ada hal-hal yang missing [tapi kayaknya enggak, deh]. Itulah yang membuat buku 7 ini agak mengecewakan. Bagian ending cerita terlihat seperti bukan JK Rowling yang mengarangnya, terlihat seperti ingin cepat-cepat diselesaikan, dan menurut teman saya [saya juga setuju] terlihat seperti ingin mengikuti apa yang diingikan fans. Jalan ceritanya juga, menurut saya, mudah ketebak. Banyak hal-hal yang bisa menjadi kejutan di buku itu sudah saya perkirakan sebelumnya. Nggak perlu lah saya kasih contohnya, nanti semakin banyak jalan cerita HP7 yang saya bocorkan di sini. Karena untuk penggemar Harry Potter, jelas itu sesuatu yang mengganggu. :] ANJING! Aug 24, 2007
ANJING!
1. A: Eh, sorry to say, nih, tapi kemaren gue ngeliat cewek lo jalan ma si C, 2. D: Ups, sori! Aku nggak sengaja! 3. F: Eh, bangsat! Ngapain lo bawa-bawa makanan gue?
Pertanyaan pertama. Kenapa ‘anjing’? iya, kenapa? Coba kalo ada preman nyumpah dengan kata ‘semut’, kurang garang banget kan? Padahal anjing dan semut sama-sama binatang. Atau kucing. Kuda. Tapir. Buaya. Sekalian aja sebut satu kebun binatang… Menacari asal muasal pencetus umpatan ‘anjing’ ini susah. Entah siapa yang pertama kali menggunakan binatang ini sebagai ekspresi kalau sedang kesal. Menurut perkiraan saya sih, mungkin penduduk Jawa. Bukan mau rasis, bukan! Sumpah, I love Java. Tapi, kita kan tahu dengan kata ‘asu’. Dulu saya waktu sekolah di Jawa kadang-kadang mendengar kata ini diucapkan oleh anak laki-laki kalau sedang berantem. Nah, mengingat asu=anjing, jadi kan bisa aja seseorang mentranslete-nya sehingga terbentuk kata ‘anjing’. Kita semua tahu kalau menyumpah [kampret, bangsat, brengsek, bodoh, etc] itu tidak baik untuk tabungan pahala kita. Jadi, kalau kita menggunakan kata ‘anjing’, apakah itu tidak akan menambah dosa? Mengingat kata tersebut tidak termasuk jajaran kata-kata sumpahan? [it’s just the name of an animal]. Tapi biarpun kayak gitu, tetep aja kan kalo orang bilang ‘anjing’ itu artinya nyumpah. Tapi [lagi], saya pernah membaca sebuah cerita di mana ada seseorang yang suka mengucapkan kata-kata kotor kalau sedang kesal. Karena tahu itu tidak baik, dia mengganti kata-kata kotor itu dengan nama binatang. Seperti yang dikatakan tadi, anjing juga nama binatang. Apakah itu berarti fenomena “ANJING!” ini bisa dikatakan sebagai peralihan dari kata kotor ke nama binatang? Sampai saat ini saya juga tidak menemukan jawabannya. :p Kebanyakan yang menyebut ‘anjing’ ketika sedang kesal ini memang cowok. Paling nggak, itu yang ada di lingkungan saya. Entah kenapa, cewek dirasa kurang pantas mengumpat dengan kata ‘anjing’. Saya sendiri memang jarang menggunakan kata ‘anjing’. Seringnya sih langsung aja sinting, fuck!, shit, tai. Hehee… Tapi pernah nih, saya denger ada cewek yang mengmpat dengan kata ‘anjing’. Terus ada cowok denger dan bilang;“Kasar banget… Cewek nggak boleh bilang ‘anjing’.”. Tapi nyatanya, dia manggil temennya aja ‘asu’. Huuuhh… dasar cowok. Mungkin buat sebagian orang apa yang di atas ini nggak penting banget, ya? But, well, saya cuma terinspirasi dari apa yang di sekitar saya saja. Bila di mana saat kita mengucapkan sebuah nama binatang bisa menambah dosa.
Selain
‘anjing’, nama binatang yang sering jadi kata umpatan juga ‘buaya’. Biasanya
kaum wanita yang disakiti lelaki sering mengucapkan kata ini. Bahkan RATU pun
membuat lagu dengan judul Lelaki Buaya Darat. Btw, baru
ingat. Kucing juga punya lagu. Pernah denger, nggak lagunya Juwita [anak Anissa
Bahar]? Yang judulnya Kucing Garong? PS: Baru sadar kalo ‘anjing’ nggak punya lagu. At least, belum pernah denger. Ada yg tertarik? PS2: Kasih komen, yah!
|
|

|
wishlists ● laptop baru XD ● nonton DARK KNIGHT!!! ● scanner� song at the moment pro�file music music music music music music music music music music |
way to find me FS myspace thank you this skin is made by darkdegree from blogskins. The brushes and some pictures taken from deviantart. Thx
|
archive of stars
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
take time to anothers
read: manga | ebook cool: da | d-earle | blogskins people: radityadika | sittakarina affiliates: uthe | teteh | akhyar |